14 Oktober 2008

17an



Teringat Puisi KH. Mustofa Bisri (Saya Pengagum Beliau)
dengan judul

Rasanya Baru Kemarin
karya KH. Mustofa Bisri

rasanya baru kemarin
bung karno dan bung hatta
atas nama kita
menyiarkan dengan seksama kemerdekaan kita di hadapan dunia
rasanya gaung pekik merdeka kita
masih memantul-mantul tidak hanya dari mulut-mulut jurkam pdi saja
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun lamanya
pelaku-pelaku sejarah yang nista dan yang mulia sudah banyak yang tiada
penerus-penerusnya sudah banyak yang berkuasa
atau berusaha
tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
taruna-taruna sudah banyak yang jadi petinggi negeri
mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi sudah banyak yang jadi menteri
rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad lamanya
negara sudah semakin kuat rakyat sudah semakin terdaulat
pembangunan ekonomi kita sudah sedemikian laju
semakin jauh meninggalkan pembangunan akhlak yang tak kunjung maju
anak-anak kita sudah semakin mekar tubuhnya
bapak-bapak kita sudah semakin besar perutnya
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
kemajuan sudah menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa dari anak-anak kandung mereka
kemakmuran duniawi sudah menutup mata banyak saudara terhadap saudaranya
daging sudah lebih tinggi harganya dibanding ruh dan jiwa
tanda gambar sudah lebih besar pengaruhnya dari bendera merah putih dan lambang garuda pejuang marsinah sudah berkali-kali kuburnya digali tanpa perkaranya terbongkar
preman-preman sejati sudah berkali-kali diselidiki dan berkas-berkasnya selalu terbakar
rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
pahlawan-pahlawan idola bangsa
seperti diponegoro imam bonjol dan sisingamangaraja sudah dikalahkan oleh ksatria baja hitam dan kura-kura ninja
banyak orang pandai sudah semakin linglung
banyak orang bodoh sudah semakin bingung
banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
banyak orang miskin sudah semakin kecurangan
rasanya baru kemarin
banyak ulama sudah semakin dekat kepada pejabat
banyak pejabat sudah semakin erat dengan konglomerat
banyak wakil rakyat sudah semakin jauh dari umat
banyak nurani dan akal budi sudah semakin sekarat
( hari ini ingin rasanya aku bertanya kepada mereka semua sudahkah kalian benar-benar merdeka ? )
rasanya baru kemarin
tokoh-tokoh angkatan 45 sudah banyak yang koma
tokoh-tokoh angkatan 66 sudah banyak yang terbenam
rasanya baru kemarin
negeri zamrud katulistiwaku yang manis sudah terbakar habis dilalap krisis demi krisis
mereka
yang kemarin menikmati pembangunan
sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri sudah meninggalkan utang
dan lari mencari selamat sendiri
rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
mahasiswa-mahasiswa penjaga nurani sudah kembali mendobrak tirani
para oportunis pun mulai bertampilan berebut menjadi pahlawan
politisi-politisi pensiunan sudah bangkit kembali
partai-partai politik sudah bermunculan dalam reinkarnasi
rasanya baru kemarin
tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru
rasanya baru kemarin
pak harto sudah tidak menjadi tuhan lagi
bayang-bayangnya sudah berani persi sendiri
mester habibie sudah memberanikan diri menjadi presiden transisi
bung harmoko sudah tak lagi mengikuti petunjuk dan mendominasi televisi
gus dur muali siap madeg pandita
ustadz amin rais sudah siap jadi sang nata
mbak mega sudah mulai agak lega
mas surjadi sudah mulai jaga-jaga
( hari ini rasanya aku bertanya kepada mereka semua bagaimana rasanya merdeka )
rasanya baru kemarin
padahal sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
para jendral dan pejabat sudah saling mengadili
para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
mereka kemarin yang dijarah sudah mulai pandai meniru menjarah
mereka yang perlu direformasi sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
mereka yang kemarin dipaksa-paksa sudah mulai berani mencoba memaksa
mereka yang kemarin dipojokkan sudah mulai belajar memojokkan
rasanya baru kemarin
orangtuaku sudah lama pergi
bertapa anak-anakku sudah pergi berkelana
kakakku sudah menjadi politikus
aku sendiri sudah menjadi tikus
( hari ini setelah lima puluh tiga tahun kita merdeka ingin rasanya aku mengajak kembali mereka semua yang kucinta untuk mensyukuri lebih dalam lagi rahmat kemerdekaan ini dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani diri sendiri bagi merahmati sesama )
rasanya baru kemarin
ternyata sudah lima puluh tiga tahun kita merdeka
( ingin rasanya aku sekali lagi menguak angkasa dengan pekik yang lebih perkasa : merdeka ! )



Semangat perjuangan anak-anak menyambut 17an
Salam Merdeka...


kamera d70
lensa: Tamron. 17-50 F 2,8
IR: myinfrared
Lokasi Jogjakarta, Sanggrahan Umbulhardjo


2 komentar:

Pramudo Gunardono mengatakan...

congratulation freind... Anda telah memutuskan pilihan dan semoga tetap konsisten, terus berkarya dan tampilkan hasilnya, jangan lupa kalo hunting aku diajak hehehe.... salam Djogjakarta

Dio Anindya mengatakan...

makasih mas Pram...sudi Mampir dan Berbagi


Apa Kata Mereka....